Tantangan Ibu SUSI Kepada Wagub San Uno


Serba Serbi / Saturday, December 9th, 2017

http://www.raybansunglass.name/ – Pembicaraan masalah tantangan Menteri Kelautan serta Perikanan Susi Pudjiastuti pada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk buat Danau Sunter seperti danau di Jenewa, Swiss, selalu berlanjut. Togel Singapore Saat ini tantangan itu dijawab dengan gagasan juga akan dibuatnya lomba renang disana. Mungkinkah?

Tantangan ini pertama dilontarkan oleh Susi Pudjiastuti waktu ada di Jenewa, Swiss, di sela kunjungannya menghadiri Komunitas Tahunan Usaha serta HAM di Kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Dalam video yang lalu viral itu, Susi menyebutkan kalau dia barusan makan siang di tepi danau itu.

” Bersih sekali. Angsanya cantik, danaunya jernih. Pak Sandi tentu tahu serta sempat kesini. Saat ini beliau miliki power serta authority di Jakarta. Saya percaya Danau Sunter dapat di buat begini, ” kata Susi.

” Kita berikan video ini ke Pak Sandi serta Pak Anies, saya percaya mereka miliki perasan yang sama juga dengan saya, punya mimpi Danau Sunter dapat jadi seindah danau di Jenewa, ” imbuhnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebutkan kalau perbandingan itu ” mengagumkan bedanya ” karna ” Danau Jenewa itu gedenya minta ampun, itu seperti segede Danau Toba. ”

” Sesaat kita, Danau Sunter itu kan mungil, ” tutur Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/11).

Terkecuali Gunung Agung, gunung berapi mana sekali lagi yang perlu diwaspadai?
Banjir di Pacitan serta Yogyakarta, efek ‘keserakahan pada alam’ dengan kerugian triliunan rupiah
Gubernur Anies juga waktu itu lalu memberikan kalau dia menginginkan supaya danau-danau di Jakarta ” jadi tempat yang jernih serta bersih “.

Dia juga balas menyebutkan kalau dia memohon Susi menolong bersihkan perairannya, termasuk juga di Pulau Seribu.

” Beberapa sampah-sampah itu, namanya juga air laut, tidak semua datang dari sungai di Jakarta, tapi juga dari daerah beda, ” kata Anies.

‘Sana masih tetap angsa, disini manusia’
Tantangan itu nyatanya masih tetap berlanjut. Saat ini Sandiaga memohon pada Wali Kota Jakarta Utara, Husein Murad, untuk membuat lomba renang di Danau Sunter sisi timur pada Januari kelak.

” Saya turut (lomba berenang kelak), bener, ” kata Sandi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno merencanakan juga akan turut dalam lomba renang yang di gelar di Danau Sunter, Januari kelak.
Menurut Sandi, Danau Sunter sisi timur telah dipakai untuk tempat berolahraga air, hingga berenang ” telah bisa harusnya “.

” Paling tidak kita tunjukin ke Bu Susi, bila sana masih tetap angsa disini telah manusia, ” tuturnya.

Untuk peneliti limnologi Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gadis Sri Haryani, Januari yaitu saat yang sangat cepat untuk membuat lomba renang di Danau Sunter.

Menurut dia, air danau mesti penuhi tingkat kwalitas kejernihan serta kebersihan yang tinggi untuk dapat dipakai orang berenang.

” Misalnya, bila untuk danau alami, Danau Maninjau di Sumatera Barat kan semula bagus, jernih, tapi lalu berlangsung pencemaran, kematian massal ikan, ya tidak pas untuk berenang, juga akan membahayakan kesehatan, ” kata Gadis.

Pengelolaan danau juga harus lihat ekosistem, daerah tangkapan airnya, dan daerah tepiannya.
Kwalitas air di Danau Sunter mesti dibuktikan dahulu untuk menjangkau tingkat kejernihan serta kwalitas kesehatan yang disyaratkan.

Saat di tanya apakah Januari saat yang cukup untuk bersihkan danau supaya dapat direnangi oleh manusia, Gadis menjawab tidak.

” Sangat singkat ya, belum juga sangat mungkin deh. Minimum itu enam bln. ya, karna untuk memurnikan, menjernihkan, atau memulihkan kwalitas airnya itu kan butuh saat. Bergantung tehnologi apa yang dipakai untuk bersihkan, serta mesti diliat seberapa besar beban bahan pencemar yang perlu di hilangkan atau dipulihkan, kan bukan sekedar usai menjernihkan, mesti ada perawatannya, ” kata Gadis sekali lagi.

Enam bulan
Pengelolaan danau, menurut dia, juga harus lihat ekosistem, daerah tangkapan airnya, dan daerah tepian yang dapat jadi jadi zone buffer untuk meredam pencemaran dari lokasi sekelilingnya, dengan menanaminya.

Danau Sunter, karna adalah danau buatan serta ukurannya lebih kecil dibanding danau di Jenewa, membuatnya lebih gampang untuk dikelola.

Tetapi, kwalitas air yang masuk dari hulu harus juga dikelola serta dijaga supaya tidak terserang polutan.

Jadi mesti diliat, apakah air yang masuk ke Danau Sunter melalui permukiman serta membawa beban bahan pencemar. ” Apakah sampah masih tetap dibuang ke air, serta sampah padat yang dibuang ke air, yang lalu airnya masuk ke Danau Sunter harus juga jadi perhatian, ” katanya.

Serta, bila beberapa aspek itu telah di perhatikan, serta di pastikan kalau air yang masuk ke Danau Sunter sudah bersih dari pencemaran sampah atau polutan, jadi masih tetap mesti menanti enam bln. sekali lagi hingga danau itu dapat jadi tempat berenang manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *